Hujan. Hujan adalah
tetesan-tetesan air yang begitu menyegarkan, aku Dinda Ariana begitu menyukai
hujan …
Sore itu, hujan turun
dengan derasnya. dengan senang aku melangkahkan kakiku ketengah lapang membawa
jiwa dan tubuh terguyur airnya.
Suasana sekolah begitu
sepi, hanya ada aku dilapang dan beberapa orang didalam kelas yang sedang
mendapatkan pelajaran tambahan. Yah ini
sudah waktu para siswa bersantai dirumah tetapi aku sedang bersantai ditengah
lapang.
Sekali-kali kaki ini
berlari-lari kecil, membawa tubuh untuk mengikuti irama langkahnya.
“
Dinda!!!!!!” teriak seseorang dari sebrang lapang yang sukses dengan sekejap
menghentikan irama langkahku.
Aku tersenyum tak
berdosa melihatnya. Wajah masam, marah, kesal dan khawatir? terpasang
diwajahnya. Sungguh lucu jika seperti
itu, tanpa sadar tawaku meledak. Beberapa detik kemudian aku mengehentikan
tawaku, oke, sekarang dia benar-benar marah. Tangannya berkacak pinggang dan
mata yang menatap tajam kearahku.
“Apa yang kau
tertawakan? Cepat kemari bodoh!” teriaknya lagi. Seketika wajahku cemberut
mndengarnya. Ia memanggilku bodoh?
‘Ish
membuat malu, teman-temannya jadi melihatku semua’
gerutuku dalam hati.
Beberapa ada yang tertawa, tersenyum sinis dan
hanya melihatku sekilas. Suasana sekolah yang sepi kini sedikit ramai. Mereka
adalah Siswa yang mendapat pelajaran tambahan tadi dan kelas mereka telah usai.
Laki-laki yang tadi menyebutku bodoh termasuk kedalam siswa yang mengikuti
pelajaran tambahan itu.
Aku berlari menghampiri
laki-laki menyebalkan itu. Sungguh aku ingin memukul mulutnya yang selalu
berkata seenaknya tanpa melihat situasi.
Saat dihadapannya aku
masih memasang wajah cemberut.
“Ya!!, kenapa kau malah
marah? Harusnya aku yang marah Din”
“Kau mengataiku bodoh Dewu.
Kau tidak tahu teman-temanmu menertawakanku.” Aku mengehentakan kaki kananku
kebiasaan jika sedang kesal.
“Kau memang bodoh. Apa
kau masih anak kecil, hah? Kau ingin sakit hujan hujanan seperti itu?” telunjuk
jarinya mendorong kecil keningku.
“Kau tahu kalau aku
suka hujankan? Lagi pula duduk hanya menunggumu membuatku bosan Dewu!” jawabku
diselingi senyum tak berdosa. Ia menghela nafas mendengarnya. Dewu menatap
sendu mataku, kenapa aku merasa ia khawatir?
“Menunggu dengan cara
yang benar Din. Tidak perlu hujan-hujanan” suaranya rendah begitu tegas.
“Ish kalau dirumah aku
tidak bisa hujan-hujanan, ibu pasti memarahiku. Jadi ini kesempatan, Wu”
“Aku yang akan
memarahimu Dinda!” jawabnya sedikit membentak.
“Oke.. oke maaf Dewu.
Kali ini saja aku tidak akan melakukannya lagi. Jangan bilang ibu ya, please?”
ucapku manis. Ia berdecak kecil.
“oke!” ucapku semangat.
“ayo, hujannya sudah
reda. Kita membeli baju dulu untukmu lalu kita makan” ajaknya sambil mengenggam
tanganku.
Hangat.. genggaman
tangannya begitu hangat. Aku tidak menjawab ajakannya. Hanya mengikuti
langkahnya kemana membawaku. Tangan yang menuntunku begitu besar dan terasa
aman. Aku menyukainya … aku menyukai sahabatku.
***
Aku menghela nafas kasar.
“Lagi.
Kau melakukannya lagi Dewu” senyum kecut terhias diwajahku. Aku beranjak dari
duduk, dan melangkah pergi dari tempat tadi.
Ini
adalah keempat kalinya, dia membuat janji dan ia juga yang membatalkannya.
Untuk kali ini aku tidak membawa handphone, mungkin sudah ada satu pesan dari
dewu bahwa ia tidak jadi datang sejak tadi.
Ini
puncak dari rasa kesalku. Aku kecewa sungguh. Ia pasti sedang berkencan dengan
‘pacar’ , ‘calon pacar’, atau mantan pacar’. Lalu untuk apa ia mengajakku
bertemu jika akhirnya ia bersama yang lain.
Sebenarnya
aku sudah berfikir jika nanti seperti ini, tapi hati bodoh ini selalu ingin
melakukan apapun yang bersangkutan dengan dewu. Bodoh, tentu aku bodoh, tapi
itulah cinta.
***
Kantin
ramai orang-orang berlalu lalang aku tidak suka tempat ramai seperti ini, aku
lebih suka membawa bekal dari rumah, makan sendiri atau menghabiskan jam
istirahat diperpustakaan.
“Din,
jangan cemberut terus? Aku kan udah traktir kamu” ucapnya polos.
“Kamu
tahukan kalo aku gak suka ke kantin” jawabku sebal.
“Nah,
karena itulah aku ngajak kamu kesini. Biar kamu suka kantin” ucapnya enteng. Aku
hanya mendelik sebal dengan jawabnya.
Itulah
kenapa aku disini. Sudah kubilang aku mencintainya. Sebenarnya aku bukan tipe
apa yang orang inginkan jika aku tidak mau aku tidak akan melakukannya. Tetapi ketika
laki-laki itu meminta aku selalu ingin melakukannya. Selalu ingin menjadi
kebanggaannya selalu ingin disampingnya.
“Heh
din kamu tahu gak kemarin aku gak sengaja ketemu Milli. Lalu kami jalan bareng
dan─..”
Alasan
sebenarnya kenapa Dewu ngajak aku ke kantin adalah untuk mendengarkan curhatnya.
Aku hanya menatap malas
Dewu. Setelah nama Milli keluar, seketika apa yang diucapkannya seperti
melayang-layang diudara dan tidak masuk kedalam pendengaranku.
“Din
denger gak?” tegurnya seketika aku terbangun dari lamunanku dan tersenyum
kikuk.
“Ah,
dilanjutin curhatnya nanti lagi yah? Aku harus balik ke kelas. Terimakasih minumannya
Wu, aku duluan” ucapku sembari beranjak pergi meninggalkan bahkan tanpa menunggu
jawaban Dewu.
***
Hari ini hujan lagi, bel
pulang sudah berbunyi 30 menit yang lalu. Dewu mengajak untuk pulang bersama. Tentu aku
terima dengan senang hati, tapi sedari tadi ia tak menunjukan batang hidungnya.
Aku mengecek ponselkupun tidak ada pesan darinya.
“Kemana sebenarnya
laki-laki bodoh itu?” Gerutuku sebal .
Tiba-tiba detak
jantungku seakan berhenti. Mataku membulat tajam diiringi rasa perih. Sesak menghimpit
dada, bibirku terasa sangat kelu. Pemandangan yang begitu indah untuk orang
lain tapi tidak denganku.
Lelaki yang aku tunggu
dengan santainya melewatiku tanpa permisi. Dewu pulang begitu saja dengan
perempuan bernama Milli, motornya melesat cepat meninggalkan sekolah.
Beberapa detik setelah terdiam, kakiku berlari
cepat meninggalkan tempatku tadi, menerobos derasnya hujan.
Air mata turun dengan
cepatnya, aku membekap mulutku sendiri mereda suara tangisan bodoh ini.
***
Melangkahkan kakiku
keluar kelas setelah meminnta izin untuk ke UKS ditengah pelajaran. Kepalaku benar-benar
sakit, mmungkin effect kemarin hujan-hujan dan mengung diri dikamar menangis
sampai tertidur, bahkan aku tidak mengganti baju.
Aku menyeret kakiku
yang terasa berat. Membuka pintu UKS dengan pelan.
“Dewu” ucapku pelan. Dewu
terbaring dikasur. Tidak ada orang lain selain dirinya.
Tiba-tiba rasa khawatir
menghampiriku. Berbagai pertanyaan muncul dikepalaku tentang bagaimana
keadaannya? Apakah dia sakit? Atau membolos? Setelah bergelut dengan
kecemasanku akhirnya, aku melangkah cepat
kearahnya.
Aku meraba dahinya pelan.
‘Dingin’
batinku. Aku menghela nafas lega.
Beberapa detik aku
memandanginya. Menyimpan wajahnya dengan baik didalam otak.
“Ini hal terakhir yang
aku inginkan darimu Dewu. Terimakasih sayang..”
***
The day
Ia menangis, ia menagis
sembari memegang erat tangan kiriku.
“Jangan pergi sayang”
ucapnya seperti menahan tangis
“Aku harus pergi Wu,
aku lelah” lirihku.
“Kau meninggalkanku
sendiri, kau tidak kasihan padaku?” tanyanya
“Kau punya kekasih, aku
tidak khawatir pergi meninggalkanmu” balasku tersenyum lemah.
“tidak, aku tidak punya
kekasih Din. Dari.. dari.. dulu aku hanya mencintaimu” ucapnya yang membuatku
kaget.
“jangan pergi kumohon. Kita
cari cara lain agar kamu bisa kembali seperti dulu, hmm?” ucapnya sarat akan
putus asa. Aku tersenyum lemah. Rasa lega mendera mendengar pengakuannya tadi.
“Biarkan aku pergi ya? Aku
lelah aku ingin beristirahat Dewu. Relakan aku hmm?” ucapku memohon lemah. Tangan
kananku terangkat membelai wajahnya, mengusap tetesan bening yang keluar dari
sudut matanya. Ia mengangguk lemah, ia menyetujui apa keinginanku.
“aku juga mencintaimu”
ucapku diselingi tangisan kecil. Aku tidak sanggup berpisah dengannya tapi aku
merasa tenang untuk pergi darinya. Matanya membulat terkejut, tetesan bening
tadi keluar begitu cepat dari matanya. Ia mengenggam tanganku yang ada
dipipinya, mengkecup kecil jari-jariku. Tangisnya begitu terdengar ditelingaku,
tetapi aku tersenyum melihatnya.
“terimakasih Dewu..”
lirihku lemah. Aku menutup mataku pelan, yang terakhir kurasa adalah basah
dikeningku sepertinya Dewu mengecup keningku. Setelah itu, aku merasakan sakit
yang begitu kuat hingga aku terasa melayang begitu tenang.
***
Before
the day
Saat
ia tidur diruang kesehatan, aku memandangi wajahnya dengan seksama. Aku terus
memikirkan hubungan kami. Dia sahabatku namanya Dewu Kharisma Winata. Kami berteman
sejak sekolah dasar. Dulu, ia pernah menyatakan perasaanya padaku. Karena aku
masih kecil aku hanya mengacuhkan Dewu. Gara-gara itu hubungan kami jadi
renggang. Saling bertegur sapa bahkan saling tersenyumpun tidak.
Kami seperti orang
asing yang saling memperhatikan. Aku tahu ia suka memperhatikanku dari jauh
begitupun juga aku, memperhatikannya dari jauh.
Sebenarnya
saat dulu Dewu mengungkapkan perasaannya, aku begitu senang. Aku juga
menyukainya. Tapi saat itu, ketakutan jika ia hanya mempermainkan perasaanku
dan perasaan yang kumiliki hanya selewat.
Menyesal? Tentu aku
menyesal. Perasaan selewat itu adalah perasaan cinta pertamaku. Cinta pertama
yang begitu banyak penyesalan.
Hingga
kejadian itu terjadi, dimana ketika ia meminta bantuanku mengerjakan PR kimia
saat kelas 2 SMA. Semenjak itulah kami dekat kembali. Kami menjadi sahabat. Saling
bertukar keluh kesah, bermain bersama dan banyak lainnya. Orang-orang banyak
yang menyangka kami pacaran, tentu saja mereka berfikir seperti itu. Kami seperti
sepasang kekasih yang tidak terpisahkan. Kemana-mana selalu berdua, kami juga
suka saling menyebut ‘sayang’.
Aku
memang mencintainya, tapi aku tidak tahu bagaimana perasaanya sama seperti dulu
atau hanya menganggapku sebagai kisah lamanya. Biarlah semua itu tersimpan rapi
menjadi rahasia.
“ini hal terakhir yang
aku inginkan darimu Dewu. Terimakasih sayang..” aku mengecup pelan dahinya. Aku
menjauhkan wajahku darinya.
“Selamat tinggal” ucapku
lirih dan pergi berjalan meninggalkan Dewu.
Itulah hal terakhir yang aku
inginkan. Dan penyakit ini seperti menyadarkanku bahwa aku sebentar lagi akan
pergi.
END
Source image: instagram manga, cover's A Beatz, cover's Son Hyo Kyou.



Gile ceritnya mengharukan membuat sipembaca terhayut dalam kisahnya dan penggunaan gambar nyapn sangt tepat apalagi dengan bahasa yang komunikatif yang membuat sipembaca tidak merasakan kejenuhan tetaoinmembuat sipembaca penasaran good job
BalasHapusWuiih ceritanya keren
BalasHapussad :'v kayaknya pengalaman si TS nih hahaha
btw tulisannya bagus juga rapih enak di baca mudah dimengerti
di tunggu komen baliknya yaa
Hai hildaaa, karyanya bagus deh. Tulisannya rapih, cerpennya bisa membawa si pembaca khususnya saya terhanyut dalam cerita tersebut. Lanjutkan berkarya hildaaa
BalasHapusDuhh ini cerita bikin baper. Bagus hil, kata yg dipakai mudah dimengerti, dilihat dari judulnya pun bikin org penasaran. Ditunggu postingan selanjutnya
BalasHapusceritanya sangat bagus, kata perkata nya juga sangat puitis. alur ceritanya pun sangat menarik. tingkatkan karya sebagus ini da
BalasHapuswah ceritanya bagus. kata-kata yang digunakan bagus sehingga membuat saya terhanyut membacanya. tulisannya juga rapih, meski ada sedikit typo. tingkatkan terus, dtunggu post-post selanjutnya
BalasHapusceritanya sad banget. aku sampai nangis bacanya. pemilihan katanya bagus saya jadi terbawa suasana. untuk tulisan juga rapih. baguslah. dtunggu post-post selanjutnya
BalasHapusCerita nya sangat mengharukan sekali, hingga aku terbawa dengan cerita itu. Bagus bagus
BalasHapuscerpennya sedih. saya terbawa suasana membacanya. kata-kata yang dipakai juga pitis binggow. tulisan rapi. tingkatkan dan ditunggu post-post selanjutnb
BalasHapusWihh keren banget smpai" terbawa suasa untuk si pembacanya.. Keren2 tingkatkan lagii ;)
BalasHapuswah ceritanya keren banget,sangat luar biasa.good luck :)
BalasHapusAaaa ceritanya sedih banget, tapi bagus. Bahasa yang digunakan juga mudah dipahami, ceritanya remaja banget dan cocok buat kalangan anak sekolah. Cerita cinta nya juga tidak berlebihan.
BalasHapusCeritanya benar'benar mengharukan . Bagus sekali ending dan alur ceritanya.
BalasHapusWeleh-weleh tidak menyangka klau sahabtku yang satu ini punya bakat dalam hal bercerita :-D hehe baguss..postingannya sangat menarik, gali terus potensimu ;-)
BalasHapusiya siap :D
HapusWidih keren ceritanya, tingkatkan bakat menulisnya
BalasHapusDitunggu posting selanjutnya
Hilda, bahasanya ampun.. Bagus.. Lanjutkan
BalasHapusbahasana kumaha am? :D
Hapusbahaha ini cerita pengalaman hidup yaa? jangan terjadi lagi yang seperti ini yaa wkwkwk
BalasHapusUhhhhh ceritanya bagus hil. saya sebagai pembaca merasa terharu membacakannya. Di tunggu postingannya
BalasHapusceritanya sad emm :') bagus hil, bahasanya komunikatif :) yo lanjutkan, ditunggu postting yang lainnya :)
BalasHapusCeritanya bagus da sangat mengharukan lebih di tingkatkan lagida
BalasHapusAaaaa cerita nya sad banget bikin sedih buat s pembaca, bahasa nya juga keren. Lanjutkan berkarya ya hil, ditunggu postingannya lagi
BalasHapusKeren posan nya ka di tunggu ya karya berikut nya
BalasHapusBagus hil ceritanya bikin baper, bikin mewek 😭 kenapa harus ada mati-matian segala ih bikin tambah sedih..
BalasHapusTapi kata2nya juga bagus mudah dipahami. Lanjut berkarya ya hil, fighting!! 😍
Acungi 2 jempol buat hilda khan cantik, memamng anda sudab berbakat dalam membuat cerpen atau semacamnya.. tingkatkan lagi yaaa.. sukses yaaa
BalasHapusceritanya sangat bagus, kata perkata nya juga sangat puitis. alur ceritanya pun sangat menarik.
BalasHapusahhh :'( bkin sad :'( bagus ceritanya bunda sayng.. tapi agak sedikit membingungkan ceritanya bun kurang panjang ,he
BalasHapusdi tunggu post selanjutnya :)
Postingan yang bagus dengan katakata yang dapat membuat si pembaca ikut terbawa suasana.
BalasHapuswih keren pisan nepi ka lieur maca nage panjang teing he
BalasHapuswih keren pisan nepi ka lieur maca nage panjang teing he
BalasHapusAduhhh ceritanya ini mah terinspirasi dari pengalaman sendiri yahhh ??? :v tapi kasian ko meninggal :') bikin mau mewek T.T
BalasHapusBaguss lanjutkan hill :D
Post yng bagus hilda .. Menarik dan seru . ditunggu post selnjutnya
BalasHapusCeritanya bagus menarik ditunggu post selanjutnya ya
BalasHapusWidiiih alhamdulilah setelah saya baca , saya terinpirasi,, di tunggu postingan selanjutnya.
BalasHapusBagus postingannya, cerita nya bisa membuat pembaca terbawa suasana, bacaan nya juga cukup menghibur
BalasHapusThanks ya..
Jangan lupa komen balik ya hil ;)
Kisah cintanya bikin jantung berdebar ada sedih dan bahagia, posting lagi dong yg lebih romance !
BalasHapusCerita ny Bagus Apalagih Tentang Cinta yg Sedang dialami Oleh Para Kaum Remaja Sekarang :) Hhe. . Ditunggu Postingan Selanjut ny .. Komen Balik Hilda ..
BalasHapuseuhh :'( ceritnyaaaaaa :') bikin pembaca ikut terhanyut di dalamnya bun.. bagus bangeett
BalasHapustapiil "itu maah ciga nu di alami atuh" haha viisss :)
di tunggu ya cerita selanjutnya yang lebih seru lagii :)
Bunda mah meni bikin cerita yang sedih, tapi ceritanya bagus ih, sampai sampai aku ikut terhanyut ke dalam isi cerita :')
BalasHapusCeritanya sedih, jadi terbawa suasana. Hebat lah bisa buat sipembaca masuk dalam ceritanya.
BalasHapuskembangin jdi novel dong biar mkin nguyur air mata, sedih cerita nya eung . di dunia nyata beneran ada ga sih cinta yg kya gitu ??? hmh tpi berbakat gening jdi penulis hil :-D lanjutkan aye
BalasHapusCerita menyangkut kesedihan membuat hati orang terpengaruh. Bagus dalam membuat kata-katanya. Lebih dikembangkan lagi
BalasHapusWah ceritanya bagus. Sedih bgt. Pemilihan katanya bagus, tapi masih ada typo. Dtunggu post selanjutnya .
BalasHapusgood posting hilda.. bahasanya mudah dipahami dan baik untuk di publikasikan.. ditunggu posting selanjutnya yaa
BalasHapuskereenn hilda ... pokonya ditunggu postingan2 yang lainnya . Di lanjut juga karya2nya ya sayang bgt kalo punya bakat bikin ginian tp gak d pake . gdluck hilda
BalasHapus"Ini adalah keempat kalinya, dia membuat janji dan ia juga yang membatalkannya." u,u ga nepatin janji =( di tunggu ff kelanjutannya
BalasHapuskisah cerittanya menarik ;;) di tunggu yah imjinasi selanjutnya :)))))
BalasHapusWidiiiiiiiiihhhhh keren da , kebawa suasana bacanya di tambah penulisannya juga rapih emm . di tunggulah postingan selanjutnya yang lebih menarik . good job
BalasHapuskayk cerita tentang kamu da ini mah? hehe. bagus ceritanya meski ada beberapa salah pengetikan tapi keseluruhan bagus. lebih ditingkatkan ya? :)
BalasHapuskeren lah postingna
BalasHapusWidiihhh keren sekaleeh ceritanya.\(^O^)/ imajinasi penulis pasti luas banget yaaa... penulisannya juga rapih, semoga cerita selanjutnya bisa lebih baik lagi yaa. Good luck 😄😄😄
BalasHapusPostingan yang bagus dan menginspiriasi tapi masih bnayak yanh harus di perbaiki
BalasHapusApa ya da.. :D
BalasHapusMangap2 (mantap) artikelnya haha
BalasHapusHildaaa, karyanya bagus banget hehe. Sedih ih bacanya :( Dan aku juga suka sama tampilan blog kamuu hehe. Lucu /nahlho salah pokus/ mangaaat deh buat next postingannya ya
BalasHapuskereeeeeeeeeeeeeeeeen, mengharukan sekali kisahnya ,ditunggu yg selanjutnya yaaaaa.
BalasHapuspostingan yang bagus da, kata yang digunakan pun tidak membuat pembaca bosen. ditunggu postingan berikutnya
BalasHapuskeren banget,di tunggu yah post lainya!!!
BalasHapusKereeen *.*
BalasHapusTerharu, feelnya dapet, sedih:''
Penulisannya rapi, ada typo sedikit, tapi pendeskripsiannya(?) bagus><
Keep writing ya author *eh serasa abis baca ff XDD
Keep writing teh, ditunggu cerpen selanjutnya, coba bikin yg chaptered hehe^^
Ceritanya sad hil ,bagus bisa bikin pembaca ngerasain apa yang diceritain tadi huhu
BalasHapusceritanya keren, banyak memberikan wawasan baru, penulisannya rapih, untuk yang salah ngetik juga sedikit. lebih ditingkatkan ya :) dtunggu posting yang lain :)
BalasHapuspostingannya bagus. bermanfaat untuk reader. penulisannya juga rapih kata-katanya mudah dimengerti. dtunggu post yang lain
BalasHapusaduh bagus bgt ceritanya, kata-katanya komunikatif dan mudah dimengerti. keren lah. dtunggu post yang lain
BalasHapuswah wah postingan yang inspiratif sekali. memberikan abnyak pengetahuan baru. dtunggu postingan postingan lainnya. tetap berkarya :)
BalasHapusbagus ceritanya hilda ,menarik untuk d baca .sngat mengharukan
BalasHapusterus berkarya ,ditunggu postingan selanjutnya
keren ceritanya aku terbawa suasana nih. typonya sedikit. tapi pemilihan katanya bagus. Fightingg!!! dtunggu post-post selanjutnya
BalasHapusceritanya sedih teh. bagus bgt tia yang baca jadi nangis. terus berkarya ya teh. :)
BalasHapusGOOD POSTING NIH. oemilihann katanya bagus jadi yang baca gk tunduh. keren lah. dtunggu post post yang lainnya ya
BalasHapuspostingannya inspiratif sekali. pesannya tersampaikan. typonya sedikit tapi penulisannya harap drapihkan. dtunggu post-post selanjutnya
BalasHapuswih postingannya menarik nih buat yang baca menjadi tidak bosan. typonya sedikit. terus berkarya dtunggu next postnya
BalasHapusPostingan yang bagus (y) ditunggu postingan selanjutnya;)
BalasHapusPost yng bagus hilda .. Menarik dan seru . ditunggu post selnjutnya
BalasHapusbagus ceritanya hilda ,menarik untuk d baca .sngat mengharukan
BalasHapusterus berkarya ,ditunggu postingan selanjutnya
udah berpengalaman ini mah, bahasanya ngajak pembaca buat baca sampe abis.. di tunggu postingan cerinya lagi *serius.. hhe
BalasHapusceritanya sedih nih, aku jadi nangis karena terbawa suasana. masih ada typo tapi penulisannya rapih. dtunggu postnya yang lain
BalasHapusduh jadi baper nih hha . bagus da ceritanya bahasanya mudah dimengerti , penulisanya rapih aaah bagus deh ditunggu ya postingan lainya
BalasHapus
BalasHapusDuhh ini cerita bikin baper. Bagus hil, kata yg dipakai mudah dimengerti, dilihat dari judulnya pun bikin org penasaran. Ditunggu postingan selanjutnya
BalasHapuscukup bagus bun di tungu postingan seklanjutnya
BalasHapusBagus posting nya dda kata kata dan bahasanya sudah bisa membuat si pembaca mengerti. Sip
BalasHapusArtikelnya cukup bagus, mudah dimengerti.. Saya setuju dengan pendapat yang anda utarakan pada artikel ini
BalasHapusceritanya keren hil , menarik perhatian orang . ditunggu postingan selanjutnya
BalasHapusMantap, ceritanya seru dan menarik. Ditunggu pos selanjutnya
BalasHapusKomen balik ya di kharismajanuar-3a5.blogspot.com
Postingan yang bagus dan menarik.. Bahasa yang digunakan pun sangat mudah dipahami.. Tingkatkan karya mu.. Ditunggu postingan selanjutnya yaaaa..
BalasHapusYaaaa udah ga aneh nih temen d blangkang bangkuku. Hihi kalau bikin sejenis cerpen atau ff bikin baper aje niih.. apalagi yg d posting ini .
BalasHapuswah ceritanya bagus. kata-kata yang digunakan bagus sehingga membuat saya terhanyut membacanya. tulisannya juga rapih, meski ada sedikit typo. tingkatkan!!
Sedih ini ceritanya udh mah di katain bodoh panjang lagi :(..bagus lanjutkan bisa" ini jadi penulis propesional :)
BalasHapussae teh ceritana, terbaikk(y)
BalasHapusceritanya daebakk dan mudah di pahami si pembacanya. Fighting Hilda......
BalasHapus